Mengenal lebih dekat Museum Bharugano Wuna, sejarah berdirinya, visi dan misi, serta komitmen kami dalam melestarikan budaya dan sejarah daerah.
Museum Bharugano Wuna merupakan pusat pelestarian sejarah dan kebudayaan Muna yang berada di Kota Raha, Sulawesi Tenggara. Museum ini dikembangkan sebagai ruang edukasi, dokumentasi, dan pelestarian budaya yang menyajikan berbagai koleksi bersejarah tentang kehidupan masyarakat Muna dari masa ke masa.
Pembangunan museum ini mulai mendapatkan perhatian publik sejak tahun 2017, ketika pemerintah daerah mulai memanfaatkan bangunan Rumah Adat Bharugano Wuna sebagai ruang pamer utama. Peresmian dan pengembangan tahap awal berlangsung di akhir 2017 dan sejak tahun 2018 museum ini tercatat sebagai salah satu pusat kebudayaan resmi di Kabupaten Muna.
Arsitektur museum ini mengadopsi bentuk Rumah Adat Bharugano Wuna, salah satu simbol kebudayaan masyarakat Muna. Bangunan tradisional ini dikenal menggunakan kayu pilihan, teknik konstruksi tanpa paku, dan memiliki ruang-ruang adat seperti kamar raja, kamar permaisuri, serta ruang rapat adat (*kamali*). Nilai historis dan filosofis inilah yang menjadikan museum ini lebih dari sekadar ruang pamer — tetapi juga representasi identitas budaya Muna.
Di dalam museum, pengunjung dapat menemukan beragam koleksi: pakaian adat kerajaan, tombak dan meriam kuno, peralatan rumah tangga tradisional, perhiasan, naskah sejarah, hingga dokumentasi foto para raja. Koleksi yang ditata dengan narasi edukatif ini bertujuan untuk memperkenalkan perjalanan panjang sejarah Kerajaan Wuna dan kehidupan masyarakatnya.
Selain menjadi tempat penyimpanan artefak, Museum Bharugano Wuna juga menjadi ruang aktivitas budaya seperti workshop, pameran seni, kelas edukasi, dan pertunjukan tradisional. Banyak kegiatan dilakukan bersama komunitas budaya, sekolah, serta para pengrajin tenun Muna yang terkenal dengan tenun Masalili.
Dengan seluruh kekayaan sejarah dan fungsinya yang semakin berkembang, Museum Bharugano Wuna kini menjadi salah satu pusat kebudayaan terpenting di Sulawesi Tenggara. Museum ini terus berupaya menjadi jembatan antara generasi muda dengan warisan leluhur mereka, sekaligus menjadi destinasi budaya yang memperkenalkan identitas masyarakat Muna kepada pengunjung dari seluruh Indonesia.